SELAMAT DATANG di BLOG MERII

Minggu, 25 November 2012

materi biologi semester 1 dan 2


SEMESTER I

Pelajaran biologi IPA
ORGAN PADA TUMBUHAN
A.      Batang
Batang merupakan organ organ tumbuhan yang berfungsi menegakkan serta menghubungkan bagian akar dan daun. Susunan batang hampir sama dengan susunan akar.
            Batang harbeseus tidak sekuat batang berkayu karena batang harbeseus tidak mempunyai gelang-gelang xilem. Penguat pada batang harbeseus berasal dari kelompok sklerenkim di antara floem dan korteks. Sebaliknya, batang berkayu bersifat kuat dan tegar karena adanya gelang xilem. Batang kalmus berongga di bagian dalamnya sehingga lebih lemah dari pada harbeseus. Batang memiliki titik tumbuh pada bagian ujung batang. Berkaitan dengan aktivitas titik tumbuh batang, ada dua teori titik tumbuh, yakni teori histogen dan tunika korpus.
a.      Teori Histogen
Menurut teori histogen , titik tumbuh terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
1)      Lapisan luar pembentuk epidermis, disebut dermatogen
2)      Lapisan tengahh pembentuk korteks, disebut periblem
3)      Bagian tengah pembentuk stele, disebut plerom

b.      Teori Tunika
Menurut teori tunika korpus, titik tumbuh terdiri dari dua lapisan, yaitu:
1)      Lapisan tepi; terdiri dari sel-sel yang aktif membelah sehingga memperluas bagian titik tumbuh, disebut tunika
2)      Bagian dalam, terdiri dari sel-sel yang membelah kesegala arah dan berdiferensiasi, disebut korpus. Korpus terletak disebelah dalam tunika.

Di bagian bawah titik tumbuh terbentuk bakal daun sebagai pelindung titik tumbuh. Calon cabang batang muncul di antara batang daun, keadaan demikian disebut bersifat eksogen. Sebaliknya, calon cabang akar yang tumbuh karena aktivitas peresikel atau perikambium, disebut bersifat endogen. Lapisan penyusun batang dari luar ke dalam adalah epidermis, korteks dan stele.
a.      Epidermis
Jaringan epidermis batang disusun oleh selapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Diding sel disebelah luar dilengkapi dengan kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kekeringan.
b.      Korteks
Korteks batang tersusun oleh sel-sel parenkim yang berdinding tipis. Letak sel parenkim ini tidak teratur sehingga banyak terbentuk ruang antarsel. Korteks juga tersusun atas kolenkim dan sklerenkim yang berfungsi menyokong dan memperkuat tubuh. Sel-sel di sebelah dallam korteks mengandung amilum, bagian tersebut dinamakan sarung tepung (floeterma)
c.       Stele (silinder pusat)
Stele batang terletak di sebelah dalam batang. Lapisan terluar dari stele terdapat stele disebut peresikel. Dii dalam stele terdapat sel parenkim dan berkas pengangkut berupa xilem dan floem.
            Pada tumbuhan dikotil, bagian tepi stele dibatasi oleh kambium, sedangkan pada tumbuhan monokotil tidak terdapat kambium.
            Aktivitas kambium pada akar dan batang sama, yaitu ke arah luar membentuk unsur kulit, ke arah dalam membentuk  unsur kayu.
            Kambium yang terletak di antara berkas pengangkut dan perenkim disebut kambium fasiikuler, sedangkan kambium yang terletak di antara fua berkas pengangkut disebut kambium interfasikuler. Bagian yang merubah menjadi kambium tidak hanya parenkim di antara xilem dan floem saja tetapi juga sel-sel jaringan empelur yang segaris dengan kembium fasikuler. Adanya kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan diameter batang membesar. Aktivitas kambium tidak selalu sama dan tidak selalu teratur. Pada musim hujan, aktivitas pertumbuhan kambium lebih giet di bandingkan pada musim kemarau. Akibatnya, terjadi perbedaan lebar cincin-cincin konsentris yang disebut lingkaran tahun.
            Aktivitas kambium merusak jaringan yang terdapat pada floeterma, korteks, dan epidermis. Kemudian terbentuklah kambium, khususnya di bawah epidermis, yang disebut kambium gabus (felogen). Felogen dapat membelah ke arah luar saja atau ke arah luar dan dalam. Felogen membelah ke arah kuar membentuk felem dan ke arah dalam membentuk feloderma. Bagian luar sel gabus memiliki lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas.

SEMESTER II

KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM PERNAPASAN
            Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan. Ganguan tersebut di sebabkan oleh kuman, polusi udara, atau faktor ketuunan (genetik).
1.      Berkurangnya jumlah hemoglobin
Berkurangnya hemoglobin dalam darah akan menghambat proses penyampaian oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Berkurangnya hemoglobin dapat disebabkan oleh anemia atau perdarahan berat.
2.      Keracunan gas CN (sianida) dan atau CO (karbon monoksida)
Keracunan gas-gas ini mengganggu proses pengikatan O2 oleh darah karena gas CO dan CN memiliki daya ikat jauh lebih tinggi terhadap hemohlobin daripada daya ikat hemoglobin terhadap O2 . JIKA 70-80% hyemoglobin dalam darah mengikat CO dan membentuk HbCO maka dapat menyebabkan kematian. Gangguan pengangkutan oksigen ke sel-sel tubuh / jaringan tubuh disebut asfiksi.
3.      Kanker paru-paru
Penayakit ini dapt dipicu oleh polusi udara dan polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren. Kanker paru-paru menyebabkan pauru-paru rusak dan tidak berfungsi lagi.
4.      Emfisema
Penyakit paru-paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru-paru kehilangan elstisitasnya akibat gangguan jaringan elastik dan kerusakan dinding diantara alveoli. Pada emfisema stadium lanjut, inspirasi dan ekspirasi terganggu dan beban pernapasan meningkat sehingga timbul komplikasi seperti hipertensi pulmonal atau pembesaran jantung yang  diikuti gagal jantung. Emfisema umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok, polusii asap rokok, dan polusi udara.
5.      Asma
Penyakit ini terjadi akibat penyempitan saluran pernapasan. Asma ditandai dengan mengi (wheezing), batuk dan rasa sesak di dada secara berkala atau kronis. Penyempitan saluran pernapasan dapat disebabkan oleh hal sebagai berikut:
a.      Sumbatan jalan napas yang sebagian reversibel
b.      Radang jalan napas sehingga merusak sel epitel saluran napas
c.       Reaksi yang berlebihan pada jalan napas terhadap berbagai rangsang, misalnya reakksi alergi.
Serangan asma biasanya lebih berat saat malam dan dini hari, karena pada saat itu terjadi penyemppitan pada bronkus akibat udara dingin. Penderita asma biasanya diobati dengan obat-obatan yang disebut bronkodilator. obat ini tidak diminum atau disuntikkan ke penderita tetapi digunakan sebagai inhaler (dihirup).
6.      TBC (tuberkulosis)
TBC dapat mengganggu proses difusi oksigen karena timbulnya bintik-bintik kecil pada alveolus yang disebabkan bekteri cobacterium tuberculosis. Penderita biasanya batuk berat, yang dapat disertai batuk darah dan badan menjadi kurus.
7.      Pneumonia
Infeksi bakteri Diplococcus pneumoniae menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru-paru atau radang dinding alveolus).
8.      Radang
Penyakit radang pada bronkus disebut bronkitis, radnag pada hidung disebut rinitis, radang disebelah atas rongga hidung disebut sinusitis, radang  pada liring disebut laringitis, dan radang pleura (selaput pembungkus paru-paru) disebut pleuritis. Adanya penyumbatan pada rongga faring dan laring karena difteri, laringitis, atau tetanus(kejang otot) sering ditanggulangi dengan melakukan trakeotrakstomi (melubangi trakea).
9.      Tonsilitis
Tosilitis adalah peradangan pada tonsil (amandel). Tonsil adalah kelompok jaringan limfoid yang terdapat di rongga mulut. Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang). Pembengkakan tonsil dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Jika peradangan tonsil sangat mengganggu, tonsil dapat dihilangkan melalui operasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar