SELAMAT DATANG di BLOG MERII

Kamis, 22 November 2012

Materi Sejarah semester 2



Materi sejarah kelas Xl ipa semester 2
C.      Menuju Negara Kebangsaan Indonesia
Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, merupakan keputusan atau tekad bulat politik perjuangan bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini tidak dirancang atau disodorkan oleh bangsa Jepang. Tentara Jepang memang masih ada di Indonesia, tetapi dalam keadaan kalah perang dan harus tunduk kepada pemerintahan Sekutu. Salah satu tugas tentara Jepang adalah menjaga situasi di Indonesiatanpa perubahan apapun.
1.      Golongan Muda Menghadapi Situasi
a.      Hikmah kemunduran Perang Jepang
Memasuki tahun 1945, posisi Jepang dalam menghadapi Sekutu semakin tidak menguntungkan. Tanda-tanda bahwa kelak Jepang akan kalah perang sudah mulai tampak sejak tahun sebelumnya. Pendaratan Sekutu pada bulan April 1944, telah mengancam kedudukan Jepang di Indonesia. Untuk mempertahankan diri, Jepang tidak ada cara lain kecuali dengan meningkatkan bantuan kekuatan dari rakyat Indonesia. Agar usaha itu lancar, melalui Perdana Menteri Koiso Jepang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia di kemudian hari.

b.      Menyerahnya Jepang dan keinginan Golongan Muda
Pada tanggal 14 Agustus 1945, pemerintah Jepang telah menyetujui untuk menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pada saat bersamaan Soekarno-Hatta tiba kembali di Jakarta dari perjalanannya ke Saigon.
Desas-desus menyerahnya Jepang benar-benar meningkatkan ketegangan dikalangan pemuda. Mereka tidak menginginkan proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh PPKI buatan Jepang. Untuk kepentingan itu, pada malam hari tanggal 15 Agustus 1945, beberapa pemuda mendatangi Hatta. Anak buar Syahrir dan para pemuda dari Asrama Menteng 13, juga melakukan penekanan terhadap Soekarno.

c.       Tanggapan Soekarno-Hatta
Pikiran dan keinginan pemuda di dalam menanggapi situuasi seperti diuraikan di atas, menimbulkan konflik dengan para pemimpin nasionalis. Konflik terutama terjadi dengan Soekarno-Hatta. Kedua tokoh besar itu juga berfikir secepat mungkin kemerdekaaan harus diproklamasikan. Namun dalam beberapa hal, mereka tidak dapat menyetujui cara-cara yang di usulkan oleh para pemuda.
2.      Peristiwa Rengasdengklok dan Perumusan Naskah Proklamasi
a.          Golongan Muda Menyandera Soekarno-Hatta
Sakit hati atas amarah Soekarno-Hatta, pemuda mengambil tindakan yang lebih nekat. Malam hari tanggal 15 Agustus 1945, dibawah pimpinan Soekarni dan Chaerul Saleh, para pemuda memutuskan untuk menyandera Soekarno-Hatta. Ikut serta disandera adalah Fatmawati (Istri Soekarno) dan Guntur Soekarno Putra. Para penyandera membawa mereka ke Rengasdengklok, kota kecil dibagian timur laut jakarta.

b.          Peranan Laksamana Maeda Tadashi
Peranan Maeda dalam peristiwa sekitar proklamasi cukup besar. Drama penyanderaan mungkin tidak akan berakhir pada sore hari tanggal 16 Agustus 1945, jika Maeda tidak berinisiatif untuk mencarinya. Setelah diketahui kedua tokoh itu berada di Rengasdengklok, ia menyuruh Soebardjo untuk menjemputnya. Setelah kembali dari Rengasdengklok sidang PPKI segera dilangsungkan.

c.          Perumusan Naskah Proklamasi
Rapat dirumah Maeda pada tengah malm tanggal 16 Agustus 1945 merupakan agenda PPKI. Para pemuda juga diundang untuk datang, diharapkan mereka dapat bergabung untuk menyusun kalimat Proklamasi yang akan dibacakan esok harinya. Setelah melalui peroses yang panjang dengan berbagai perbedaan pendapat, akhirnya pembacaan teks Proklamasi diputuskan akan dilakukan di rumah Soekarno. Waktunya juga telah ditentukan, yaitu pukul 10.00.


3.      Proklamasi Kemerdekaan dan Tindak Lanjutnya
a.      Peristiwa Besar di Pegangsaan Timur
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah peristiwa besar. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan tidak jarang diwarnai dengan serangkaian konflik, akhirnya pergerakan nasional membuahkan hasil. Baik Golongan Tua maupun Golongan Muda yang memiliki andil. Keduanya saling jalin, satu dan lainnya saling melengkapi. Peristiwa besar yang dinanti telah tiba, bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa besar itu memilikin makna yang lebih besar lagi. Betapa tidak, Proklamasi Kemerdekaan sebuah bangsa dilakukan dirumah pribadi di Jalan Pegangsaan timur 56, jakarta, tempat keluarga Soekarno tinggal, menjadi saksi sejarah keagungan bangsa Indonesia pada saat itu.

b.      Mengupayakan Kelengkapan Sebuah Negara
Proklamasi kemerdekaan adalah peristiwa bersejarah, namun tanpa tindak lanjut yang jelas, peristiwa itu tidak akan banyak berarti. Tindakan yang harus segera dilakukan adalah membentuk lembaga pemerintahan. Untuk tujuan itu perlu pedoman dasar yang tegas berupa Konstitusi (Undang-Undang Dasar). Konstitusi mutlak diperlukan oleh suatu negara merdeka yang berdaulat penuh, apalagi jika ingin menumbuhkan demokrasi.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI berhasil mengesahkan UUD yang terdiri atas pembukaan, batang tubuh (37 Pasal), aturan peralihan (4 Pasal), dan aturan tambahan (2 Pasal), disetai penjelasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar